• Minggu, 2 Oktober 2022

Uang Untuk Hakim Agung Dimyati Ditaruh Dalam Kamus Bahasa Inggris

- Jumat, 23 September 2022 | 11:15 WIB
Konferensi pers OTT KPK hakim agung di kantor KPK (Tangkapan layar Youtube KPK RI)
Konferensi pers OTT KPK hakim agung di kantor KPK (Tangkapan layar Youtube KPK RI)

Jakarta, Tajuk24.com - Sejumlah uang diduga suap terkait penanganan perkara yang melibatkan hakim agung Sudrajad Dimyati disimpan dalam kamus bahasa Inggris. Kamus itu telah dimodifikasi, sehingga menjadi sebuah boks yang bisa dimasukkan barang.

Hal itu diketahui dalam jumpa pers saat penyidik KPK menunjukkan barang bukti terkait kasus dugaan suap penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA), Jumat (23/9/2022) dini hari.

"Tadi ada yang berupa uang, tadi The New English Dictionary tadi kan. Kan rekan-rekan lihat itu," ujar Ketua KPK Firli Bahuri.

Firli menegaskan KPK mempunyai bukti yang cukup sehingga menetapkan Sudrajad dan sembilan orang lainnya sebagai tersangka.

Baca Juga: Istana Bogor yang Hantunya Pernah dilihat Hartini Soekarno Jalan Tembus Tembok

Sembilan tersangka dimaksud ialah Hakim Yustisial/Panitera Pengganti MA Elly Tri Pangestu; PNS pada Kepaniteraan MA Desy Yustria dan Muhajir Habibie; PNS MA Redi dan Albasri; pengacara Yosep Parera dan Eko Suparno; Debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana (ID) Heryanto Tanaka dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto.

"Tidak ada hal-hal yang aneh atau miss karena KPK bekerja berdasarkan bukti permulaan cukup atau kecukupan bukti. Dan hari ini kita sudah sampaikan secara resmi apa hasil kerja KPK," tutur Firli.

Elly dan Desy ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) KPK pada Gedung Merah Putih KPK; Muhajir, Yosep, dan Eko ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Pusat; dan Albasri ditahan di Rutan Polres Metro Jakarta Timur.

"KPK mengimbau SD [Sudrajad Dimyati], RD [Redi], IDKS [Ivan Dwi] dan HT [Heryanto Tanaka] untuk kooperatif hadir sesuai dengan jadwal pemanggilan yang segera akan dikirimkan tim penyidik," kata Firli.

Halaman:

Editor: Beny Rusmawan

Tags

Terkini

KPK Didesak Jemput Paksa Lukas Enembe

Minggu, 2 Oktober 2022 | 16:10 WIB

Cerita Saksi Mata Tragedi Ricuh di Stadion Kanjuruhan

Minggu, 2 Oktober 2022 | 12:13 WIB

Update Korban Tewas Rusuh di Stadion Kanjuruhan

Minggu, 2 Oktober 2022 | 11:41 WIB
X