• Minggu, 2 Oktober 2022

Bagaimana Bila Pilpres 2024 Hanya Diikuti Satu Pasangan Calon? Apa yang Harus Dilakukan?

- Jumat, 23 September 2022 | 14:29 WIB
2 Pasangan Calon poada Pemilu 2019 (dok)
2 Pasangan Calon poada Pemilu 2019 (dok)

JAKARTA, Tajuk24.com - Walau hanya ada satu pasangan calon peserta dalam Pilpres 2024, pasangan itu tetap diijinkan mengikuti pertarungan. Dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, hal seperti itu dimungkinkan terjadi.

Di UU tersebut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) tetap harus melanjutkan tahapan pilpres walau hanya ada satu pasang calon yang mendaftar. Apabila hanya ada satu pasangan calon yang didaftarkan, maka KPU membuka masa pendaftaran tambahan.

Dilansir dari CNN Indonesia, jika masih tetap tidak ada yang mendaftar, KPU harus melanjutkan tahapan pelaksanaan. Hal itu diatur dalam Pasal 235 Ayat (6) UU Pemilu.

"Dalam hal telah dilaksanakan perpanjangan pendaftaran sebagaimana dimaksud pada ayat (4) masih terdapat satu pasangan calon, tahapan pelaksanaan Pemilu tetap dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Undang-undang ini," bunyi Pasal 235 ayat (6).

Baca Juga: Tahun 2023 Arab Saudi Kirim Astronaut Perempuan ke Luar Angkasa

Untuk mencegah itu, UU Pemilu mengatur kewenangan KPU untuk menolak pendaftaran pasangan calon diajukan oleh koalisi parpol sehingga mengakibatkan koalisi parpol lainnya tidak dapat mendaftarkan Paslon.

UU Pemilu juga memberikan sanksi bagi parpol atau gabungan parpol tak bisa mengikuti Pemilu berikutnya bila tak mengajukan paslon.

Menurut Komisioner KPU Idham Holik, dirinya yakin parpol peserta Pemilu 2024 tak ingin pilpres hanya diikuti satu pasangan calon saja.

Holik yakin partai politik peserta pemilu berupaya agar tidak hanya Satu pasang calon yang berkontestasi di pilpres 2024.

Baca Juga: Citayam Fashion Week Fenomena Sosial Budaya, Klimaks Sebelum Waktunya

"Saya berkeyakinan partai politik atau gabungan partai pengusul bakal pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden akan mematuhi ketentuan Pasal 229 ayat 2 UU Pemilu tersebut," ujarnya.

Halaman:

Editor: Gunawan Wibisono

Tags

Terkini

KPK Didesak Jemput Paksa Lukas Enembe

Minggu, 2 Oktober 2022 | 16:10 WIB

Cerita Saksi Mata Tragedi Ricuh di Stadion Kanjuruhan

Minggu, 2 Oktober 2022 | 12:13 WIB

Update Korban Tewas Rusuh di Stadion Kanjuruhan

Minggu, 2 Oktober 2022 | 11:41 WIB
X