• Sabtu, 3 Desember 2022

Vatikan Jatuhkan Sanksi, usai Uskup Belo Dituduh Lecehkan Anak-anak

- Jumat, 30 September 2022 | 14:48 WIB
Uskup Belo saat bersama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati (ist)
Uskup Belo saat bersama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati (ist)

JAKARTA, Tajuk24.com - Carlos Ximenes Belo, uskup yang dituduh melecehkan anak-anak saat perjuangan kemerdekaan Timor Leste tahun 1990-an silam dijatuhkan sanksi disiplin dari Vatikan. Tuduhan itu menggemparkan Gereja Katolik Timor Leste yang sempat dipimpin Belo, yang sosoknya sangat dihormati di Timor Leste.

Seperti diberitakan Detikom dilansir dari Associated Press, Jumat (30/9/2022), tentang sanksi yang diberikan Vatikan terhadap Belo itu disampaikan setelah majalah Belanda, De Groene Amsterdammer, melaporkan dugaan pelecehan seksual sejumlah anak laki-laki oleh Belo puluhan tahun lalu.

Dalam laporannya, mengutip dua pria yang mengklaim sebagai korban yang menuturkan ketika masih remaja berusia sekitar 14-16 tahun, mereka dilecehkan secara seksual oleh Belo di rumahnya di Dili dan kemudian diberi uang. Ada sejumlah korban lainnya yang belum muncul ke publik dengan tuduhannya itu.

Matteo Bruni, Juru bicara Vatikan menjelaskan, kantor yang menangani kasus pelecehan seksual telah menerima laporan soal dugaan 'tentang perilaku uskup tersebut' pada tahun 2019 lalu. Dan dalam waktu setahun telah menjatuhkan sanksi. Sanksinya mencakup pembatasan pergerakan dan praktik pelayanan untuk Belo, serta larangan kontak sukarela dengan anak di bawah umur atau kontak dengan Timor Leste.

Baca Juga: Waspada, Indonesia Bisa Kena Krisis Rumah!

Menurut Bruni, sanksi-sanksi itu 'dimodifikasi dan diperkuat' pada November 2021. Disebutkan juga bahwa Belo telah secara resmi menerima hukuman dalam dua kesempatan itu. Namun Vatikan tidak menjelaskan lebih lanjut soal mengapa Belo mengundurkan diri sebagai Kepala Gereja Katolik di Timor Leste tahun 2002, atau dua dekade lebih awal dari seharusnya, dan dikirimkan ke Mozambik di mana dia masih diizinkan bekerja dengan anak-anak.

Belo (74) meraih Nobel Perdamaian tahun 1996 bersama Jose Ramos-Horta yang saat ini menjabat Presiden Timor Leste, Ramos-Horta sempat ditanya wartawan soal tuduhan yang menjerat Belo sepulangnya dari kunjungan ke Amerika Serikat (AS) pada Kamis (29/9) waktu setempat.

"Lebih memilih menunggu tindakan lebih lanjut dari Takhta Suci," jelas Ramos, merujuk pada Vatikan.

Belo yang kini diyakini tinggal di Portugal tidak memberikan tanggapan ketika dihubungi lewat telepon oleh radio lokal Portugal, Radio Renascenca.

Halaman:

Editor: Susanday Tom Jones

Tags

Terkini

Kini Kepercayaan Publik ke Polri Membaik

Jumat, 2 Desember 2022 | 20:39 WIB
X