• Sabtu, 3 Desember 2022

Alasan Polisi Gunakan gas Airmata Saat Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 09:18 WIB
Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta (foto dok. Ist)
Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta (foto dok. Ist)


JAKARTA,Tajuk24.com - Sebuah tragedi terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. 127 orang meninggal dunia terkait kericuhan pascapertandingan Arema vs Persebaya Surabaya.

Seperti dilansir dari kumparan.com, Isu yang beredar kuat di media sosial menyebut salah satu penyebab insiden ini karena polisi menembakkan gas air mata di tribun. Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta memberikan penjelasan terkait hal ini.

"Terkait proses pertandingan tidak ada permasalahan. Semuanya selesai. Permasalahan terjadi ketika pertandingan sudah selesai terjadi kekecewaan dari para penonton yang melihat tim kesayangannya tidak pernah kalah selama 23 tahun bertanding di kandang sendiri. Namun kini mengalami kekalahan," kata Nico di Polres Malang, Minggu (2/10/2022).

"Rasa kekecewaan itulah yang menyebabkan penonton turun ke tengah lapangan, dan berusaha mencari staf official, untuk menanyakan atau melampiaskan.

Baca Juga: 10 Tahun mencuri BBM, Cleaning Service AR Bahkn Sanggup Akali Aplikasi MyPertamina

Oleh karena itu pengamanan melakukan upaya pencegahan dan melakukan pengalihan supaya mereka tidak masuk ke lapangan dan mengejar para pemain. dalam prosesnya itu,untuk melakukan upaya pencegahan sampai dilakukan gas air mata," urainya.

Situasi pun semakin tidak kondusif. Apalagi menurut Nico, ada oknum suporter yang menyerang aparat.

"Karena sudah mulai anarkis sudah menyerang petugas dan merusak mobil dan akhirnya karena gas air mata mereka keluar ke satu titik di pintu keluar. Yaitu kalau enggak salah di pintu 10 ya," tutur dia.

Ini yang menyebabkan banyak korban tewas. Total 127 orang, 125 suporter dan 2 polisi.

Halaman:

Editor: Beny Rusmawan

Tags

Terkini

Kini Kepercayaan Publik ke Polri Membaik

Jumat, 2 Desember 2022 | 20:39 WIB
X