• Sabtu, 3 Desember 2022

Kapolri Rahasiakan Temuan Dibalik Penyidikan Ferdy dan Putri

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 16:45 WIB
Kapolri (ist)
Kapolri (ist)

JAKARTA, Tajuk24.com - Hasil uji alat pendeteksi kebohongan bermetode tes poligraf terhadap Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi sengaja tidak dipublikasin Polri agar bisa menjadi senjata majelis hakim, hal itu disebutkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Dia mengatakan, hasil uji kebohongan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi itu merupakan alat petunjuk yang bisa digunakan hakim untuk memutuskan hukuman di persidangan.

"Lie detector itu bagian dari alat petunjuk yang nanti bisa digunakan oleh hakim untuk mengambil suatu keyakinan," ujarnya dilansir dari JPNN di Bareskrim Polri, Jumat (30/09/2022).

Ferdy dan Putri Candrawathi merupakan dua dari lima tersangka pembunuhan berencana yang terancam hukuman mati. Tiga tersangka lainnya ialah Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf. Mereka dijerat dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 dan 56 KUHP.

Baca Juga: Alfiansyah Akan Berulang Tahun Tanpa Kehadiran Ayah-Ibunya yang Jadi Korban Tragedi Kanjuruhan

Berkas perkara para tersangka telah dinyatakan lengkap alias P21, kelengkapan berkas perkara itu diterima Kejaksaan Agung setelah memenuhi syarat formal dan materiel. Mereka segera menghadap meja hijau, alias segera disidangkan.

Tersangka pembunuhan berencana terhadap Brigadir J itu telah menjalani uji kebohongan. Ferdy sendiri menjalani tes kebohongan di Pusat Laboratorium Forensik, Sentul, Jawa Barat, 8/9/2022 lalu. Sedangkan Putri Candrawathi menjalani tes kebohongan pada 6/9/2022.

(Tom/Tajuk24)

Baca Juga: KPK Didesak Jemput Paksa Lukas Enembe

Halaman:

Editor: Susanday Tom Jones

Tags

Terkini

Kini Kepercayaan Publik ke Polri Membaik

Jumat, 2 Desember 2022 | 20:39 WIB
X