• Sabtu, 3 Desember 2022

3 Jenderal Polri Terima Miliaran Rupiah Dari Ismail Bolong?

- Selasa, 22 November 2022 | 23:48 WIB
(ist)
(ist)

JAKARTA, Tajuk24.com - Dana tambang ilegal dari Ismail Bolong cs disebutkan mengalir kepada sejumlah anggota polisi, diantaranya juga kepada tiga orang jenderal yang diduga menerima miliaran rupiah. Hal tersebut didapat dari Laporan hasil penyelidikan Divisi Profesi dan Pengamanan Polri.

Laporan tertanggal 7 April 2022 itu ditandatangani mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri, Irjen Ferdy Sambo. Dalam laporannya kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Sambo menyatakan telah menemukan bukti yang cukup soal adanya aliran dana dan pelanggaran terhadap anggota Polri.

"Ditemukan cukup bukti adanya dugaan pelanggaran oleh anggota Polri terkait penambangan, pembiaran dan penerimaan uang koordinasi dari para pengusaha penambang batubara ilegal yang bersifat terstruktur dari tingkat Polsek, Polres, Polda Kaltim dan Bareskrim Polri," bunyi poin 3c laporan itu, dilansir dari Tempo.co, Selasa (22/11/2022).

Di laporan tersebut menjelaskan adanya pembiaran terhadap aktivitas tambang batubara ilegal oleh Polda Kalimantan Timur. Selain Ismail Bolong, ada pula 15 orang lainnya yang disebut sebagai pemilik tambang batubara ilegal.

Baca Juga: Jan Vertongen, Kapten Timnas Belgia, Takut Pada Sanksi FIFA Kalau Nekad Pakai Kostum Berbau LGBT

Terdapat juga dua orang yang disebut sebagai penerima hasil tambang ilegal tersebut dan memiliki kedekatan dengan Pejabat Utama (PJU) Polda Kaltim.

Ferdy Sambo, dalam laporan bernomor R/1253/IV/WAS.2.4./2022/DIVPROPAM, menyebutkan bahwa para penambang batubara ilegal itu memberikan "uang koordinasi" kepada para petinggi Polda Kaltim sejak Juli 2020.

Para pejabat di Polda Kaltim itu disebut sempat menerima uang koordinasi dari Ismail Bolong cs yang besarannya bervariasi antara Rp 30 ribu sampai Rp 80 ribu per metrik ton. Selama Oktober hingga Desember 2021, menurut laporan tersebut, mereka diduga menerima uang dengan kisaran Rp 600 juta hingga Rp 5 miliar.

Dalam laporan Ferdy Sambo tertulis, aliran terbesar untuk Kapolda Kaltim saat itu, Irjen Herry Rudolf Nahak dan wakilnya. Herry diduga menerima uang sebesar Rp 5 miliar sepanjang Oktober hingga Desember 2021 sementara wakilnya diduga menerima sebesar Rp 1 miliar.

Halaman:

Editor: Susanday Tom Jones

Tags

Terkini

Kini Kepercayaan Publik ke Polri Membaik

Jumat, 2 Desember 2022 | 20:39 WIB
X