• Sabtu, 3 Desember 2022

Kapolri Diminta Periksa Nama-nama di Surat Tambang Ilegal

- Rabu, 23 November 2022 | 18:19 WIB
(ist)
(ist)

JAKARTA, Tajuk24.com - Semua nama perwira polisi yang tercantum dalam laporan hasil penyelidikan bisnis tambang ilegal di Kalimantan Timur harus diperiksa.

Himbauan itu ditegaskan Peneliti bidang kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto, buntut dari pernyataan mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo yang mengakui surat hasil penyelidikan kasus tambang ilegal.

"Harus ada pemeriksaan pada semua nama-nama terkait, termasuk memeriksa mantan Karo Paminal Hendra dan mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo yang menandatangani surat pemeriksaan dan rekomendasi. Maupun nama Kabareskrim, mantan Kapolda Kaltim dan semua yang tercantum," ujarnya saat dihubungi wartawan, dilansir dari CNNIndonesia.com, Selasa (22/11/2022).

Dikatakan Bambang, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo harus mengambil langkah konkret dan tegas. Bukan sekadar menangkap Ismail Bolong yang hanya operator lapangan, dirinya juga mempertanyakan maksud dari penangkapan Ismail Bolong.

Baca Juga: Selain Menjarah Karya Seni dan Artefak Budaya, Rusia Sekarang Mencuri Binatang di Ukraina !

"Penangkapan Ismail Bolong itu dalam rangka apa? Karena yang bersangkut sudah pensiun dari kepolisian, yang tentu lepas dari peraturan etik dan disiplin internal," tuturnya.

Kalau hanya untuk menetapkan tersangka pada level operator, dia menilai publik akan sulit percaya bahwa Kapolri konsisten untuk bersih-bersih di internal. Apalagi dalam surat yang beredar itu menyeret beberapa nama perwira tingginya.

"Penangkapan Ismail Bolong hanya langkah awal, dan tak bisa berhenti di situ saja," tegas Bambang.

Disisi lainnya, dia mempertanyakan siapa anggota polisi yang akan memeriksa Komjen Agus Andrianto bila masih menjabat Kabareskrim.

Halaman:

Editor: Susanday Tom Jones

Tags

Terkini

Kini Kepercayaan Publik ke Polri Membaik

Jumat, 2 Desember 2022 | 20:39 WIB
X