Bu Kek Siansu Bab 9.11, Swi Liang Larut Dalam Permainan

- Kamis, 25 Mei 2023 | 22:14 WIB

"Hi-hihi, bermain thioki tanpa taruhan tidak menyenangkan. Siapa kalah harus menebus kekalahannya dengan minum secawan arak wangi!" kata Si Baju Hijau.

Mereka mulai bermain thioki sambil bercakap-cakap dan bersendau gurau, atau lebih tepat lagi, kedua orang gadis itu yang bercakap-cakap dan bersendau gurau sedangkan Swi Liang hanya mendengarkan dan kadang-kadang tersenyum saja.

Karena dia tidak ingin dilolohi arak sehingga rahasianya dapat terbuka, maka Swi Liang bermain sungguh-sungguh sehingga dia jarang kalah dan yang kebagian minum arak adalah kedua orang gadis itulah!

Mereka bermain terus sampai menjelang tengah malam dan akhirnya arak dalam guci kecil itu habis!

"Ahhh, hawanya panas sekali...!" kata Si Baju Hijau.

"Bukan panas, hanya engkau terlalu banyak minum, maka terasa panas," kata Swi Liang.

"Hemm, mungkin... aihhh, gerahnya," Si Baju Hijau membuka kancing bajunya dan mengebut-ngebut dengan kipas.

Swi Liang menelan ludah. Matanya memandang ke arah dada yang hanya tertutup pakaian dalam yang tipis sehingga membayangkan tonjolan-tonjolan yang memikat hati.

Karena pandangan matanya selalu tertarik ke arah dada Si Baju Hijau, maka permainan Swi Liang menjadi kalut dan sekali ini dia kalah. Akan tetapi arak telah habis!

"Wah, Enci Liang Cu jarang kalah, ketika sekarang kalah araknya justru terlanjur habis. Mana dia bisa menebus kekalahannya?" kata Si Baju Merah cemberut.

"Hi-hihi, kalau arak habis dia harus membayar dengan ciuman!" kata Si Baju Hijau.

"Hi-hi-hik, benar! Dia harus didenda dengan ciuman dan mulai sekarang, taruhannya dirubah. Karena arak habis, siapa kalah harus membayar dengan ciuman!" kata Si Baju Merah.

Kedua orang gadis itu dari kanan-kiri lalu menyerbu dan mencium pipi Swi Liang dengan hidung mereka. Swi Liang memejamkan kedua matanya!

"Eh... eh..., kalian ini bagaimana? Ihh... malu, kan...?" katanya gelagapan.

"Enci Liang Cu, mengapa kau begitu kejam? Kita bertahun-tahun dikurung di tempat ini dan hanya dapat menyaksikan orang lain bermain cinta.

Halaman:

Editor: Gunawan Wibisono

Tags

Terkini

X